Category: Sumatera Selatan

Gawat! Kabel Listrik Menjuntai Hampir Menyentuh Tanah di Dusun Tanjung Rahayu, Warga Resah

Dusun Tanjung Rahayu, Desa Tanjung Agung – Sebuah pemandangan mencekam terjadi di jalur penghubung antar kampung. Sepasang kabel tegangan menengah milik PLN terlihat menjuntai sangat rendah, bahkan hampir menyentuh permukaan tanah. Kondisi ini sontak membuat warga Dusun Tanjung Rahayu, Kecamatan Way Lima, resah dan ketakutan setiap kali melintasi jalan tersebut.

Pantauan pada Kamis (15/05/2026), kabel yang semula melintang dengan aman di atas tiang listrik itu kini melengkung membentuk huruf “U” besar. Titik terendah dari lengkungan kabel hanya berjarak kurang dari satu meter dari aspal. Hujan deras dan angin kencang yang melanda beberapa hari terakhir diduga menjadi penyebab longgarnya ikatan kabel pada tiang penyangga.

Aktivitas Warga Terganggu

Bagi warga setempat, keberadaan kabel menjuntai ini bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga sangat membahayakan. Para pengendara sepeda motor terpaksa menunduk atau bahkan turun dari kendaraan untuk melewati bawah kabel. Sementara itu, mobil atau truk yang melintas sama sekali tidak bisa melewati jalan tersebut karena khawatir tersangkut atau menyetrum.

“Saya hampir jatuh kemarin malam karena tidak melihat kabel itu. Gelap, tiba-tiba kena helm. Ini sangat bahaya, apalagi kalau ada anak kecil yang main,” ujar Siti (45), seorang warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi.

: Imbauan Keselamatan dari Perangkat Desa

Menanggapi situasi genting ini, Kepala Desa Tanjung Agung bersama perangkat desa setempat langsung memasang garis pembatas dan plang peringatan darurat. Warga diimbau untuk tidak mendekati kabel, apalagi menyentuhnya, meskipun terlihat tidak mengeluarkan percikan api. Aliran listrik bisa mengalir kapan saja, terutama saat ada lonjakan tegangan.

“Kami sudah berulang kali menghubungi petugas PLN. Sementara ini, kami mohon warga sabar dan jangan memaksakan diri melintas di bawah kabel jika hujan turun. Air bisa menjadi penghantar listrik yang mematikan,” tegas Bapak Karno, salah satu perangkat dusun.

Pemerintah desa berharap petugas pemeliharaan listrik segera datang untuk menaikkan kembali kabel atau mengganti tiang yang mungkin mulai miring. Hingga berita ini diturunkan, Tim dari PLN Unit Layanan Way Lima dikabarkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang di musim penghujan tahun ini.

UPTD SMPN 16 Pesawaran Rayakan Kelulusan Siswa Kelas IX Penuh Haru dan Kebanggaan

UPTD SMPN 16 Pesawaran kembali menyelenggarakan kegiatan pelepasan siswa kelas IX yang berlangsung meriah dan penuh makna. Acara yang dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, orang tua murid, serta para siswa ini menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan pendidikan para pelajar sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dengan mengusung semangat menciptakan generasi muda yang pintar, disiplin, dan memiliki akhlak yang baik, kegiatan pelepasan tersebut berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Para siswa tampil percaya diri dalam berbagai penampilan seni yang telah dipersiapkan sejak jauh hari, mulai dari tari tradisional, paduan suara, hingga pembacaan puisi perpisahan yang membuat suasana semakin haru.

Kepala sekolah UPTD SMPN 16 Pesawaran dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga kepada seluruh siswa kelas IX yang telah menyelesaikan masa belajar dengan baik. Ia berharap seluruh lulusan mampu menjaga nama baik sekolah serta terus berjuang meraih cita-cita di masa depan.

Selain itu, para guru juga memberikan pesan motivasi kepada siswa agar tidak berhenti belajar dan tetap menjunjung tinggi nilai sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang bagaimana membentuk karakter yang positif dan bertanggung jawab.

Acara pelepasan ini juga menjadi bentuk apresiasi sekolah terhadap perjuangan siswa selama menempuh pendidikan. Banyak kenangan yang tercipta selama tiga tahun bersama, mulai dari kegiatan belajar, perlombaan sekolah, hingga berbagai aktivitas sosial yang mempererat hubungan antar siswa dan guru.

Semangat Baru Menuju Masa Depan Lebih Cerah

Momen kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk menghadapi tantangan baru. Para siswa kelas IX UPTD SMPN 16 Pesawaran diharapkan mampu melanjutkan pendidikan dengan semangat tinggi dan tekad kuat untuk meraih prestasi lebih besar lagi.

Dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan pendidikan anak. Oleh sebab itu, pihak sekolah juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah mendukung program pendidikan selama ini sehingga siswa dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik.

Tidak sedikit siswa yang merasa terharu saat prosesi pelepasan berlangsung. Beberapa di antaranya bahkan menyampaikan rasa terima kasih kepada guru yang selama ini telah membimbing dan memberikan ilmu dengan penuh kesabaran.

Dengan terlaksananya acara ini, UPTD SMPN 16 Pesawaran berharap seluruh lulusan dapat menjadi pribadi yang membanggakan, memiliki wawasan luas, serta tetap menjunjung nilai moral di lingkungan masyarakat. Semangat kebersamaan dan nilai pendidikan yang telah diajarkan di sekolah diharapkan terus menjadi bekal penting dalam meraih masa depan yang sukses dan gemilang.

OTT DPRD Muara Enim dan Anak: Kejati Sumsel Buka Peluang Tersangka Baru dalam Kasus Dugaan Suap Proyek Irigasi

Operasi Senyap yang Menggemparkan Muara Enim

https://adm-siladokkum.kejaksaan.go.id/storage/file_sejarah/vlcsnap-2022-12-29-10h35mA57s093_1724914623.jpg
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/29/Lake_Shuji_-_Muara_Enim%2C_SS_%284%29.jpg
https://kejati-bali.kejaksaan.go.id/uploads/beritas/Kejati-Bali-Melakukan-Operasi-Tangkap-Tangan-Oknum-Bendesa-Adat-yang-Diduga-Melakukan-Pemerasan-Investasi.jpg
Langkah tegas kembali ditunjukkan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dalam memberantas dugaan praktik korupsi di daerah. Di bawah kepemimpinan Ketut Sumedana, institusi penegak hukum tersebut berhasil menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Muara Enim berinisial KT, pada Rabu (18/02/2026).

Tak hanya KT, tim penyidik juga mengamankan RA yang diketahui merupakan anak dari anggota dewan tersebut. Penangkapan ini sontak menjadi perhatian publik, khususnya masyarakat Muara Enim yang selama ini menaruh harapan besar terhadap transparansi pengelolaan anggaran daerah.

Operasi senyap ini dinilai sebagai gebrakan penting dalam upaya menegakkan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap pejabat publik dan keluarga terdekatnya.

BACA JUGA : Sorotan Pengadaan Chromebook: Jaksa Ungkap Dugaan Markup Harga di Sidang Tipikor

Dugaan Suap Rp 1,6 Miliar dari Proyek Irigasi

Melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum, Vanny Yulia Eka Sari SH MH, Kejati Sumsel mengungkapkan bahwa OTT tersebut berkaitan dengan dugaan pemberian uang sekitar Rp1,6 miliar. Uang itu diduga berasal dari pengusaha atau rekanan yang terlibat dalam pencairan uang muka proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu di Kecamatan Tanjung Agung.

Proyek tersebut berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muara Enim dan bersumber dari APBD Perubahan Tahun 2025. Nilai kontrak proyek ini diketahui mencapai Rp7 miliar.

Dari hasil pemeriksaan terhadap sepuluh orang saksi, tim penyidik membenarkan bahwa uang Rp1,6 miliar tersebut memang bersumber dari kegiatan proyek irigasi dimaksud. Dugaan sementara mengarah pada adanya praktik suap atau gratifikasi terkait proses pencairan dana proyek.

Kasus ini semakin menguatkan dugaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran infrastruktur yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian melalui pembangunan jaringan irigasi.

Penggeledahan di Tiga Lokasi Strategis

Dalam pengembangan perkara, Tim Penyidik Kejati Sumsel melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda. Dua di antaranya merupakan rumah milik saksi KT yang berada di Perumahan Hunian Sederhana Greencity Blok Q5 dan Blok Q6 Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim. Lokasi ketiga adalah rumah saksi MH di Jalan Pramuka 4, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim.

Dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik berhasil mengamankan sejumlah dokumen penting, barang bukti elektronik berupa telepon genggam, serta berbagai surat yang dianggap relevan dengan perkara.

Tak hanya itu, penyidik juga menyita satu unit mobil mewah Toyota Alphard berwarna putih dengan nomor polisi B 2451 KYR. Mobil tersebut diduga dibeli menggunakan sebagian dana yang berasal dari proyek irigasi dimaksud.

Penyitaan kendaraan mewah ini menjadi salah satu bukti kuat yang tengah didalami penyidik guna menelusuri aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Peluang Tersangka Baru Masih Terbuka

Kejati Sumsel menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan dan akan dikembangkan lebih lanjut. Tidak tertutup kemungkinan akan ada pihak-pihak lain yang ikut terseret dalam perkara ini, termasuk dari unsur Pemerintah Daerah bahkan kepala daerah, apabila ditemukan bukti yang cukup.

Pernyataan ini menunjukkan komitmen aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar-akarnya. Publik pun menanti langkah lanjutan dari penyidik, mengingat proyek pemerintah kerap melibatkan banyak pihak dalam proses perencanaan hingga pencairan anggaran.

Jika benar terdapat aliran dana yang melibatkan lebih banyak pejabat atau pihak swasta, maka kasus ini berpotensi menjadi salah satu perkara besar di Kabupaten Muara Enim dalam beberapa tahun terakhir.

Reaksi Publik dan Dugaan Terkait Pokir

Penangkapan oknum DPRD bersama anaknya langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai grup WhatsApp masyarakat Muara Enim. Banyak warga menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Kejati Sumsel dalam mengungkap dugaan praktik korupsi tersebut.

Tak sedikit pula yang berspekulasi bahwa kasus ini memiliki kaitan dengan proyek pokok pikiran (pokir) anggota DPRD. Pokir sendiri merupakan usulan kegiatan yang diajukan oleh anggota dewan berdasarkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.

Meski demikian, hingga saat ini pihak Kejati Sumsel belum memberikan keterangan resmi mengenai keterkaitan langsung antara perkara tersebut dengan proyek pokir. Penyidik masih fokus mendalami aliran dana dan mekanisme pencairan anggaran proyek irigasi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap penggunaan anggaran publik harus terus diperkuat. Masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan dan adil, sehingga dapat memberikan efek jera bagi pelaku serta mencegah praktik serupa di masa mendatang.

Langkah tegas Kejati Sumsel diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum sekaligus menjadi momentum pembenahan tata kelola proyek pemerintah di daerah.

Theme: Overlay by Kaira.  Extra Text
Cape Town, South Africa